Ceritakan ‘Dajal’, Messiah Tuai Kontroversi

Layanan streaming Netflix memang sudah menjadi kebutuhan masyarakat millennial sekarang. Begitu banyak serial yang bisa disaksikan di sana dengan berbagai macam genre. Layanan streaming Netflix akhir-akhir ini menuai kontroversi. Mereka mendapatkan kritikan dan kecaman seiring dengan rencana perilisan serial terbarunya, Messiah. Netizen sendiri menyebutkan bahwa serial ini bakal mengisahkan tentang Dajal atau yang dikenal juga dengan antikristus.

Dinilai Sebagai Film yang Provokatif

Messiah ini sendiri mengisahkan seorang pemimpin spiritual misterius yang mana muncul di Timur Tengah dan kemudian dikejar di seluruh dunia oleh pihak CIA. Kisah ini dinilai oleh banyak warganet sangat mirip dengan kisah Dajal atau Antikristus dalam ajaran kitab suci. “Ya, ini provokatif. Acara ini provokatif,” ungkap creator Messiah, Michael Petroni, dilansir dari CNN Indonesia.

“Namun, provokatif tidak lah menyinggung,” imbuhnya.

Messiah sendiri dijadwalkan akan dirilis pada tanggal 1 Januari 2020 mendatang. Trailernya sudah tayang sejak tanggal 3 Desember 2019 lalu dan sudah disaksikan lebih dari 1,8 juta kali. Trailer yang berdurasi 2 menit tersebut mengundang banyak kritik, kecaman dan juga ketidaksukaan netizen. Hal itu ditunjukkan dengan adanya lebih dari 36 ribu akun yang menyatakan tidak sukanya dengan video tersebut pengeluaran hk 2020.

Trailer Messiah sendiri menggambarkan bagaimana masyarakat modern bakal bereaksi jika seorang tokoh muncul, kemudian menyebarkan pesannya dengan cepat lewat media social di tengah dunia yang sangat riuh akan berita bohong dan juga gossip selama 24 jam.

Pertanyaan soal apakah karakter yang mana diperankan oleh aktor Belgia Mehdi Dehbi ini adalah sosok Dajal atau yang juga dikenal sebagai Antikristus seperti yang sudah banyak dirumorkan oleh netizen atau pun ia hanya agen politik jahat atau Cuma sebagai penipu saja, adalah jantung dari pertunjukan ini. Patroni mengakui bahwa Netflix juga sebenarnya “cemas” saat ia datang dengan ide yang seperti ini. Perusahaan yang agresif membuat karya orisinil itu sempat panas dingin juga.

Petroni juga sempat mengakui bahwa Netflix bertanya-tanya padanya.

Konsep Film Messiah

Konsep film Messiah ini sendiri datang dengan biaya untuk membangun set yang tidak murah. Tidak tanggung-tanggung, Messiah membangun bangunan kawasan Yerussalem Lama, bahkan termasuk Dome of the Rock dan juga Tembok Ratapan, yang dikenal sebagai dua lokasi suci bagi umat Islam dan juga umat Yahudi. Bangunan set ini juga dibuat bahkan sama dengan ukuran aslinya.

Membangun set ini menjadi pilihan karena tak mungkin syuting di lokasi aslinya, mengingat ada sjumlah adegan yang mengandung kekerasan. Namun Petroni bersikukuh bahwa acara ini “tak bermaksud menyinggung siapapun.”

Seperti yang diungkapkanya dikutip dari CNN Indonesia, “Ini tidak seperti saya menerima semua cercaan. Kami mengharapkan ada banyak pendapat soal acara ini dan banyak debat. Saya mengharapkan perdebatan.”

Namun telah muncul sebuah petisi di laman change.org yang berisikan boikot serial yang bahkan belum rilis di Netflix. Petisi itu sendiri menggambarkan serial ini disebut sebagai “kejahatan dan juga propaganda anti-Islam.” Dalam Messiah sendiri tak disebutkan dengan spesifik agama apa yang dianut pemimpin spiritual ini. Namun sejumlah karakter menyebut ini sebagai sosok “Al-Masih.” Namun petroni sendiri menolak menjabarkan agama tokoh ini. Akan tetapi dua dari beberapa produser acara, pasangan suami istri Roma Bowney dan Mark Burnett, diketahii mempunyai latar belakang terlibat dalam beberapa acara Kristiani. Penasaran dengan serial ini?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *