Film Ambu Siap Sajikan Keindahan Suku Baduy

Deskripsi singkat: Film Ambu tidak hanya bercerita tentang drama, namun juga keindahan dan adat istiadat suku Baduy.

Film Ambu Siap Sajikan Keindahan Suku Baduy

Film layar lebar garapan sineas Indonesia berjudul Ambu siap menghiasi layar bioskop mulai tanggal 16 Mei 2019 mendatang. Film dengan genre drama ini pasalnya mengangkat kisah antara konflik anak dengan ibunya dengan latar belakang budaya baduy.

Dikutip dari Tribun, rumah produksi Skytree Picture kembali lagi mengangkat drama dengan judul Ambu ini. Tidak hanya bercerita tentang konflik ibu dan anak saja, namun film ini disinyalir akan mengangkat budaya baduy juga.

Synopsis Singkat

Film ini menceritakan tentang ketegaran seorang ibu pada anaknya dan juga konflik batin yang dihadapi dalam menghadapi sebuah masalah, terutama masalah antar-generai. “Ide cerita lama dan belum berhubungan dengan Baduy, cuman masih dalam arti ibu kandung, ibu sebagai rumah, tempat kita dilahirkan, dan orang tua,” kata Titien sebagai penulis scenario ketika melakukan pers conference yang dihelat di Kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (1/5).

“Saya memasukkan juga unsur budaya Baduy yang saat warganya pergi meninggalkan kampungnya, nah itu unsur yang kuat untuk menguatkan cerita. Ambu juga mewakili tanah dan juga rumah yang kita pijak,” imbuhnya.

Tidak Cuma itu, film ini pun mengaduk-aduk perasaan penonton dan juga ditambah dengan pengambilan latar belakang suku Baduy yang mana kebanyakan di lokasi Kabupaten Lebak, Banten. Sehingga, film ini menawarkan sudut pengambilan gambar yang istimewa dan juga memanjakan mata, lebih-lebih dengan pengeksplorasian kecantikan alam Baduy itu.

Ambu focus pada Ambu Misnah (Widyawati) yang ditinggalkan anak perempuannya yang bernama Fatma (Laudya Cynthia Bella). Ia pergi dari rumahnya di Baduy demi menemui kekasihnya, seorang pemuda Jakarta bernama Nico (Baim Wong).

Kemudian Fatma memiliki anak pertama yang diberi nama Nona SBOBET (Lutesha). Suatu hari, Fatma membawa Nona pulang ke kampung halamannya. Dan dari sana lah polemic keluarga muncul. Namun apa yang muncul dalam konflik film Ambu ini?

Konflik berawal saat Fatman menentang restu dari ibunya, Ambu Misnah, tentang pilihannya menikah dengan Nico. Fatma pasalnya menderita kanker payudara dan diceritakan bahwa ia akhirnya menjadi single parnt dan mesti membesarkan Noa sendiri tanpa mantan suaminya.

Farid Dermawan mengatakan bahwa Ambu ini adalah film pertamanya. “Sebelum divisualisasikan, saya banyak diskusi, hingga film ini yang saya inginkan,” imbuhnya lagi.  

Tonjolkan Sisi Baduy

“Baduy memang kami pilih karena kecantikan dan juga kesederhanaan alamnya,” kata Farid Dermawan yang menjadi sutradara. “Kami juga berharap film Ambu ini bisa diterima oleh masyarakat luas, terutama wanita-wanita Indonesia sebagai focus dari karakter pada film ini,” sambungnya.

Selain dibintangi oleh Laudya Chintia Bella dan Widyawati, film ini juga didukung oleh aktor dan aktris seperti Endhita Wibisono, Baim Wong, Andri Mashadi, dan Luthesa.

Lewat film ini juga, Titien ingin menyampaikan informasi peraturan soal adat istiadat suku Baduy Luar. “Orang yang sudah keluar dari Baduy tak bisa masuk lagi. Kalau mau masuk lagi, ia harus dihukum dan ada upacara adat selama 40 hari. Setelah itu baru lah bisa masuk lagi ke Baduy. Adat masih sangat kental dan kuat serta dijunjung tinggi,” ucap Farid Dermawan.

Rumah produksi Skytree Pictures, Iti Octavia Jayabaya, dan juga Bupati Lebak, tertarik dengan film Ambu karena mengangkat wisata Baduy lewat layar lebar. “Wisata budaya Baduy bukan Cuma asset budaya Indonesia, namun juga asset Internasional. Warga Baduy terus memegang teguh prinsip adat budayanya untuk melestarikan alam dan mematuhi aturan,” ungkap Iti Octavia Jayabaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *